Wiraswasta Rumahan, Usaha Kreatif Bisnis Tas Batik Lawasan Yang Beromset Ratusan Juta

Wiraswasta Rumahan, Usaha Kreatif Bisnis Tas Batik Lawasan Yang Beromset Ratusan Juta

Wiraswasta Rumahan, Usaha Kreatif Bisnis Tas Batik Lawasan Yang Beromset Ratusan Juta

Di dalam dunia batik, kebanyakan dari kita mungkin hanya mengenal dua jenis batik, yakni batik tulis dan batik cetak atau cap. Namun ternyata di pasaran batik terdapat satu jenis lagi batik yang juga lazim diperdagangkan, yakni batik lawasan. Batik lawasan inilah yang bisa menjadi satu peluang wiraswasta rumahan terutama untuk Anda yang gemar dengan fashion kreatif dan dunia jahit menjahit.

Batik lawasan sendiri adalah batik peninggalan masa lalu, biasanya berasal dari jenis batik tulis yang usianya bisa jadi sudah lebih dari 50 tahun. Malah kadang usianya mencapai 100 tahun. Ajaibnya karena kualitas tekstil masa lampau dan kecermatan dalam pemeliharaan kebanyakan kain yang masih dalam corak dan panjang original ini masih bertahan baik kualitas warna maupun kualitas bahannya.

Biasanya satu helai kain dengan potongan original bisa mencapai panjang 4 meter dan tentu saja dengan corak dan warna klasik yang memiliki pesona tersendiri. Hanya saja karena usianya yang cenderung tua, bila Anda perhatikan dengan cermat Anda bisa menemukan cacat pada beberapa titik biasanya karena efek tersimpan di lemari terlalu lama.

Untuk jenis yang masih cukup sempurna, biasanya satu helai kain baik lawasan bisa terjual dengan harga menyentuh 1-2 jutaan. Hanya saja seringkali begitu kain itu sudah cacat, maka harga akan terjun bebas. Dari sinilah Anda bisa menemukan satu buah peluang usaha yang cukup menarik untuk Anda garap.

Naneth Adiekopriyono adalah salah satu wiraswasta rumahan yang mencoba bermain kreatif dengan batik lawasan yang sudah turun harga ini. Ketimbang membuang percuma kain batik yang sebenarnya hanya mengalami cacat relatif kecil, maka Naneth malah menyulapnya menjadi tas, sandal dan dompet dengan gaya klasik. Dengan tambahan list dan gagang dari bahan kulit asli dan sintetis, maka Naneth sukses menyulap kain batik lawasan ini menjadi produk dengan nilai tinggi.

Corak klasik dan warna-warna yang cantik dan terkesan vintage memberikan efek berbeda pada tas buatan Naneth. Malah, karena Naneth hanya fokus pada batik lawasan dengan kain berkualitas tinggi, kualitas produk batik buatannya justru memiliki kualitas semi premium. Meskipun menggunakan bahan berusia tak kurang dari 50 tahun.

Naneth juga memperkerjakan tenaga kerja khusus yang telah melalui proses penyaringan dan pelatihan khusus. Pasalnya kain yang harus mereka tangani adalah kain dengan usia yang cukup tua. Kadang kain-kain ini terlihat kuat tetapi sebenarnya rapuh. Dan untuk itu, perlu penanganan yang khusus demi memastikan kain tetap terjaga dengan baik hingga jangka panjang.

Tidak heran, Naneth mengincar pasar kelas menengah dengan harga perproduknya bisa mencapai 800 ribuan perproduk. Selain karena faktor usia kain yang sudah tua dan penanganan khususnya, juga karena dari sisi produk, semua tas buatan Naneth adalah produk eksklusif dengan corak yang terbatas.

Untuk mendapatkan stok kain batik lawasan yang klasik dengan usia tua macam ini, usaha wiraswasta rumahan ini bekerjasama dengan banyak pedagang batik di berbagai kota seperti Solo dan Yogyakarta. Pasalnya di sana mudah saja menemukan stok kain batik lawasan di sana dengan kualitas yang cukup baik dan corak yang relatif beragam.

Sedangkan untuk proses produksinya, Naneth sengaja membangun pabrik dengan kapasitas tenaga sekitar 20an orang untuk memproduksi setidaknya 150 -200 buah sepatu, tas, sandal dan dompet eksklusif. Memang Naneth akui saat ini kapasitas produksi dari usahanya relatif kecil, itu untuk mengimbangi tingkat qulity controlnya yang cukup tinggi dari tiap produknya.

Meski demikian, rupanya dalam satu bulan saja wiraswasta rumahan ala Naneth ini bisa menghasilkan omset hingga di atas 150 juta tiap bulan. Dengan margin mencapai 30% sampai 40%, sebenarnya memang usaha Naneth terbilang cukup sukses. Padahal penjualannya masih sebatas memanfaatkan media pameran dan sistem penjualan online yang dikelola secara personal oleh Naneth sendiri.

Bagaimana menurut Anda ide wiraswasta rumahan ala Naneth Adiekopriyono ini. Dari ide sederhana dan bahan baku yang sekilas sudah terbuang, rupanya tetap bisa menjadikan seorang Nanet meniti sukses dengan usaha rumahannya, bagaimana dengan ide wiraswasta rumahan ala Anda?-Tim Siap Bisnis-

Sumber gambar: www.pursepage.com

Tag:

usaha batik rumahan, pasaran lawasan, peluang bagi usaha tas batik, jualan tas kain dipedesaan, jual batik lawasan cacat, inspirasi usaha tas dan dompet rumahan, gambar dompet rumahan, cara wirausaha tas batik sukses, cara jual tas buluk yg kreatif, bisnis dompet batik
Wiraswasta Rumahan, Usaha Kreatif Bisnis Tas Batik Lawasan Yang Beromset Ratusan Juta | Hari Murti | 4.5

Komentar :