Usaha Kreatif Kedai Kirin, Selera Ala Korea yang Terjangkau

Usaha Kreatif Kedai Kirin, Selera Ala Korea yang Terjangkau

Usaha Kreatif Kedai Kirin, Selera Ala Korea yang Terjangkau

Mendengar kata Korea, selalu mengingatkan akan trend luar biasa yang muncul dalam beberapa tahun terakhir ini. Ketika sebagian besar remaja dibius total oleh gaya ala K-Pop. Belum lagi kalangan mapan yang ternyata juga ikutan terbius oleh aksi para aktor dan artis Korea di dalam drama-dramanya.

Trend ini juga membuat banyak hal yang berbau Korea menjadi populer di Indonesia, mulai dari fashion sampai kuliner. Inilah yang mengawali seorang wanita belia bernama Vebrina atau biasa dipanggil Rina untuk menjajal peruntungan bisnis dengan usaha kreatif dalam kuliner khas Korea.

Sebenarnya Vebrina bukan pakar masakan Korea dengan pendidikan kuliner khusus. Beliau hanya bermodal pengalaman menjalani pertukaran pelajar pada tahun 2011 di Korea yang memberinya kesempatan untuk mencicipi segala kuliner Korea. Termasuk belajar membuat masakan Korea yang halal melalui komunitas muslim di Seoul.

Kesempatan ini membuatnya lebih mengenal kuliner Korea sehingga pada tahun 2012, Vebrina nekad menjajal sebuah kompetisi masak internasional untuk sajian khas Korea dari sebuah organisasi Kuliner di Korea. Hasilnya diluar dugaan dengan 70an peserta dari berbagai negara, Vebrina mencapai 5 besar dan mendapat kesempatan kursus singkat memasak langsung di negeri Ginseng.

Meski hanya memiliki sediki pengalaman, ternyata Vebrina sejak awal adalah seorang yang menaruh minat jauh terhadap dunia kuliner. Jadi meski hanya sebentar, kesempatan yang dia miliki ini sangat membantunya berprogress dalam menghasilkan dan mengenali sajian original Korea.

Jadi tanpa banyak ba-bi-bu, Vebrina membuka sebuah kedai kecil dengan sajian has Korea di kota kelahirannya Malang. Tetapi yang membuatnya menjadi sebuah usaha kreatif adalah idenya untuk mengadopsi secara langsung model kedai makan ala Korea yang memang di negeri asalnya hanya menjual sajian murah meriah untuk kalangan berkantong tipis.

Selama ini masyakarat Indonesia lebih mengenal sajian Korea dan Jepang sebagai masakan kelas atas. Karena kebanyakan penjajanya di Indonesia mengemasnya dengan mewah dan eksklusif. Menjualnya dalam restoran yang membandrol harga sajiannya di atas rata-rata.

Vebrina justru mencari inspirasi gaya kuliner rakyat kecil ala Korea berupa kedai kimbab yang menjamur di kawasan menengah dan kelas bawah di Korea. Ide diferensiasi yang menarik bukan?

Di negeri asalnya kedai ini mungkin sama halnya dengan warung bakso atau lotek di kota Anda. Jadilah Kedai Kimbab Rina atau Kirin berdiri pada tahun 2012 lalu. Inspirasi ini berasal dari pengalaman Vebrina pada masa pertukaran pelajar yang harus irit dengan uang saku yang pas-pasan. Maka setiap harinya Vebrina lebih sering makan di kedai makanan di pinggir jalan kota Seoul. Salah satu langganannya adalah kedai Kimbab Nara yang berjarak 1 blok dari asramanya.

Jangan harap ada sajian mahal full daging dengan aneka bumbu lengkap khas Korea di kedai macam ini. Karena sejak awal konsep yang Vebrina usung adalah sajian sederhana.  Jadi menu yang bisa Anda dapatkan hanya semacam kimbab (semacam sushi), theokboggi, mie ramen dan beberapa sajian sederhana ala Korea lain. Semuanya adalah sajian rakyat ala Korea.

Dengan ide kreatif ini, Vebrina berhasil menyulap kesan lux pada sajian Korea menjadi lebih murah meriah dan cocok dikantong para pelajar dan mahasiswa yang notabene adalah populasi terbanyak penggemar korean style. Sejak awal usaha kreatif ini memang mengkhususkan diri untuk para penggemar Korea yang kebanyakan anak muda dengan kantong terbatas. Jadi tentu saja sajian serba mahal tidak mungkin mampu menjangkau pasar ini.

Kini di usia satu tahun Vebrina sudah berhasil menunjukan ide kreatifnya memang mampu menghasilkan kesuksesan untuknya. Dalam satu hari Vebrina bisa mengeruk  hasil besar. Omset tidak kurang dari 5 jutaan perhari, bahkan lebih. Kedai Kirin miliknya tidak pernah sepi malah kadang sudah kehabisan sebelum waktunya.

Tidak mudah menjadi sukses dengan kuliner manca dalam waktu demikian singkat. Ada beberapa kendala yang Vebrina hadapi. Namun berikut tips usaha kreatif miliknya:

  1. Selera dan lidah
    Meski sedang trend tidak lantas membuat lidah Indonesia pasti bisa menerima rasa ala Korea yang pastinya berbeda. Untuk itu Vebrina harus berkali-kali tes rasa dengan teman-temannya untuk mendapatkan rasa yang pass. Hingga kini Vebrina masih terus mengembangkan rasa dari masakannya.
  2. Soal harga
    Kebanyakan bahan dari masakan Korea berasal dari Korea asli. Sudah pasti ini akan membuat harga jadi melambung tinggi dan tidak sesuai lagi dengan konsep awal yang merakyat dan murah meriah. Untuk itu, Vebrina tidak sungkan untuk turun ke petani dan terus riset di dapur untuk menghasilkan sajian yang pass dengan bahan-bahan lokal yang terjangkau.
  3. Konsep Warung
    Jangan berharap Anda akan menjumpai warung dengan gaya mewah di kedai Kirin. Yang ada malah warung kecil mungil dengan gaya yang bener-bener mirip sama warung bakso sebelah rumah Anda. Justru gaya inilah yang sengaja dibangun Vebrina untuk menciptakan pencitraan murah meriah dan merakyat ala Korea. Pencitraan ini pula yang sukses mendatangkan konsumen karena yakin mereka tidak akan dibuat bangkrut dengan makan di kedai Kirin.

Itulah pentingnya menjadi kreatif dalam berbisnis, mampu mencium tiap peluang dan memanfaatkannya dengan sebaik mungkin dan tampil berbeda . Jadi kini giliran Anda mewujudkan bisnis kreatif hasil kreasi Anda? -Tim Siap Bisnis-

Tag:

bisnis makanan korea, franchise makanan korea, usaha makanan korea, bisnis kuliner korea, franchise makanan korea murah, franchise jajanan korea, bisnis makanan di korea, bisnis jajanan korea, peluang usaha makanan korea, Peluang usaha jajanan korea
Usaha Kreatif Kedai Kirin, Selera Ala Korea yang Terjangkau | Hari Murti | 4.5

Komentar :