Seperti Apa Situasi Dunia Bisnis Properti Di Tahun 2015? Baca Artikel Ini

Seperti Apa Situasi Dunia Bisnis Properti Di Tahun 2015? Baca Artikel Ini

Seperti Apa Situasi Dunia Bisnis Properti Di Tahun 2015? Baca Artikel Ini

Tahun 2014 memang menjadi satu titik nadir pergerakan bisnis properti di Indonesia. Situasi politik Indonesia yang cenderung panas sepanjang tahun sangat berperan dalam menurunkan tensi dalam bisnis properti. Banyak investor dan konsumen dunia memilih menunggu situasi politik Indonesia menurunkan dulu tekanannya untuk kembali melangkah.

Dunia bisnis properti Indonesia memang kini sudah tidak lagi sepenuhnya dikuasai oleh pemain asing. Pemain lokal Indonesia sudah lebih dari kuat untuk membangun benteng pertahanan yang kuat di lahan sendiri. Tetapi bukan lantas setiap pemain lokal ini tidak memasuki pasar tanpa peran serta asing, kebanyakan masuk sebagai mitra usaha yang menggiring properti Indonesia tetap mampu beradaptasi dengan tren dunia properti dunia.

Ketidak stabilan politik sepanjang tahun 2014 sangat berperan menurunkan minat pasar dunia untuk bermain dalam lahan Indonesia. Meski sejauh ini terbukti tidak terjadi satupun peristiwa besar yang mempengaruhi stabilitas keamanan di Indonesia.

Namun ketika kita bicara soal potensi bisnis properti di tahu 2015. Beberapa pakar bisnis termasuk seorang pakar bisnis properti, Nathalia Sunaidi, meyakini akan ada perbedaan signifikan dalam tensi usaha dan persaingan.

Menurut analisa sederhananya, dewasa ini muncul kesadaran banyak kalangan masyarakat untuk melihat properti bukan lagi sekedar kepemilikan hunian tetapi sebuah unit investasi. Ada kecenderungan properti dan hipotek akan meningkat nilai ekonominya setelah beberapa tahun kepemilikan dengan catatan penting, properti selalu dalam perawatan.

Dan pandangan ini juga bersamaan dengan munculnya konsep melek investasi di kalangan masyarakat menengah yang mulai menyadari pentingnya menyisihkan sebagian kekayaan untuk investasi. Masyarakat mulai memahami resiko untuk selalu menggantungkan diri sepenuhnya pada hasil usaha atau gaji sebagai karyawan tanpa perencanaan jangka panjang seperti investasi.

Pada awalnya kebanyakan pemain investasi pemula ini hanya tertarik pada investasi dalam instrument keuangan macam saham, mata uang dan surat berharga lain. Alternatif yang juga sempat sangat populer adalah emas batangan.

Namun ketika semua instrument investasi ini masing-masing pernah menunjukan performa buruknya pada berbagai kesempatan, seperti anjloknya harga emas pada tahun 2013- 2014, ketidak stabilan nilai saham sepanjang tahun 2014 dan gejolak keuangan yang merusak perdagangan mata uang dunia, maka banyak pelaku investasi yang mencari alternatif lain yang dirasa lebih rendah resiko dan cenderung bebas efek inflasi dan gejolak pasar.

Dan salah satu asset investasi yang tampaknya masuk dalam kategori ini adalah produk properti dan hipotek. Produk properti masih sanggup bertahan di harga yang menguntungkan dengan progress kenaikan harga tahunan yan relatif stabil meski digempur inflasi dan gejolak pasar.

Satu-satunya faktor yang secara langsung mempengaruhi permintaan adalah rate bunga bank dan itupun tidak lantas sepenuhnya membuat pasar properti kehilangan gregetnya. Pasalnya meski rate bunga bank akan relatif tinggi di ahun 2015, hal ini masih bisa ditahan oleh kenaikan harga pertahun dari produk properti.

Perkembangan bisnis properti ini tidak hanya menghangat di kota besar macam Jakarta atau Surabaya, tetapi juga di kota-kota besar kelas kedua macam Yogya, Solo dan Purwokerto. Justru geliat properti di kota-kota ini tetap relatif stabil sepanjang tahun 2014 kemaren meski situasi politik yang memanas sepanjang tahun ditambah terjadi gunjang ganjing ekonomi global di akhir tahun.

Pasalnya pemain properti di kawasan-kawasan ini adalah pebisnis properti lokal. Mereka bermain dengan modal relatif lebih kecil, konsep properti untuk kelas menengah kebawah dan lengkap dengan beragam fasilitas kemudahan pembayaran lain.

Menembak pasar menengah kebawah rasanya memang masih sangat menarik, karena justru kalangan ini cenderung tidak terpengaruh oleh situasi makro ekonomi. Justru satu catatan ditemukan bahwa Indonesia sepanjang 3 -4 tahun ini sudah mengalami pertumbuhan kalangan menengah yang relatif tinggi dan ini jelas sebuah pasar untuk Anda. Pertumbuhan ini tidak terkait dengan masalah makro yang tidak stabil sehingga cenderung aman untuk Anda masuki.

Jadi kalau Anda tertarik untuk menjajal terjun pada bisnis properti di tahun 2015, rasanya ide ini bisa menjadi ide besar untuk Anda. Karena trend menunjukan progress baik untuk bisnis properti di ahun 2015 sebagai alternatif instrument investasi yang lebih aman. -Tim Siap Bisnis-

Sumber gambar: www.livemint.com

Tag:

perkembangan bisnis properti di surakarta
Seperti Apa Situasi Dunia Bisnis Properti Di Tahun 2015? Baca Artikel Ini | Hari Murti | 4.5

Komentar :