Jangan Anggap Sepele Ide Usaha Sampingan Modal Kecil Satu Ini

Jangan Anggap Sepele Ide Usaha Sampingan Modal Kecil Satu Ini

Jangan Anggap Sepele Ide Usaha Sampingan Modal Kecil Satu Ini

Hmm…kalau baca tajuk di atas apa yang terlintas di pikiran Anda? Ide bisnis macam apa yang muncul? Ya… Anda memang bisa saja berimajinasi mengenai ide usaha sampingan modal kecil macam apa yang akan tampak sepele namun ternyata menjanjikan hasil menggiurkan?

Ternyata usaha pengepul rongsokan. Jangan jijik dulu dengan image yang terlanjur melekat dengan usaha ini, karena sebenarnya usaha ini tidak semenjijikan yang Anda bayangkan. Selama Anda kelola dengan baik pastinya.

Salah satu yang cukup potensial dalam bisnis jenis ini adalah usaha pengepul kertas bekas. Konon dari kertas bekas yang biasanya hanya akan menumpuk di pojokan tong sampah ini Anda bisa mengeruk hasil jutaan dalam satu bulan. Menggiurkan bukan? Padahal dari sisi modal, berhubung namanya saja bisnis rongsokan, jelas tidak butuh banyak modal.

Menurut Yudi Ravin seorang pengepul kertas bekas di kawasan Catur Tunggal Yogyakarta, beliau mengaku hanya bermodal dana sebesar 3 juta yang beliau dapatkan dari pinjaman bank dengan agunan motor kala masih duduk dibangku kuliah. Dari dana ini beliau gunakan untuk menyewa gudang di kawasan Catur Tunggal dan modal pembelian pertama stok kertas bekas dari kantor-kantor, fotocopy dan mahasiswa.

Kebetulan kawasan Catur Tunggal merupakan kawasan yang diapit beberapa kampus sehingga dengan mudah menemukan mahasiswa yang tengah menggarap paper dan skripsi. Biasanya mereka menghabiskan banyak rim kertas dan terbuang begitu saja. Padahal kertasnya kan jenis yang berkualitas baik dengan ketebalan tinggi. Sayang sekali kalau hanya sekedar menjadi pembungkus gorengan.

Yudi sendiri dengan baik mengubah kesan usaha rongsokan sebagai usaha yang lebih bonafid. Meski terkesan sebagai pengumpul sampah, Yudi sangat cermat menjaga stok kertasnya supaya tidak rusak dan kotor, karena akan menurunkan harga. Jadi jangan harap bisa melihat gudang yang kotor dan bau di kawasan Catur Tunggal, karena justru gudang milik Yudi ini sangat bersih dan rapi.

Dalam satu minggu, Yudi bisa mengumpulkan sekitar 500 kg – 1 ton kertas bekas. Dari jumlah ini Yudi bisa menjual sebesar Rp 2,5 juta sampai 3 jutaan. Perkiraan untung Yudi sekitar 30 %. Bisa Anda bayangkan hasil Yudi dalam satu bulan kan? Dengan hasil sebesar ini Yudi bisa membiayai kuliahnya sendiri dengan ringan.

Lain cerita dengan Ryan yang berdomisili di Semarang. Pada tahun 2010 Ryan sempat membaca sebuah data melalui internet mengenai prospek usaha rongsokan yang cukup menggiurkan. Konon permintaan kertas bekas di Indonesia sangat tinggi, mencapai angka 20 ton perhari. Sedang angka ini masih bisa berkali lipat untuk permintaan di pasar dunia. Padahal kemampuan pasar memenuhi permintaan baru mencapai 50 % saja. Artinya masih ada peluang 50 % share pasar yang bisa Ryan gali lebih jauh.

Dengan bermodal pengetahuan ini, Ryan yang seorang mahasiswa di sebuah universitas swasta di Semarang nekad memanfaatkan kontrakannya sebagai gudang kertas bekas. Dalam satu minggu Ryan berhasil mengumpulkan kertas bekas minimal 1 ton. Semua kertas bekas ini berasal dari kampus, rekan-rekan mahasiswanya dan fotocopyan sekitar kampus.

Ryan juga tak segan menjalin kerjasama dengan para pemulung untuk menjualkan kertas yang pulung kepadanya. Ryan berani membeli dengan harga yang lebih baik dari pengepul di Tempat Pembuangan Sampah Akhir. Toh Harga jual kertas bekasyang Ryan kumpulkan cukup tinggi. Karena Ryan hanya mau menyetok kertas dengan kondisi yang masih baik, jadi harga jualnya sangat baik.

Sempat pula Ryan diejek rekan-rekan kampusnya, namun kini setelah Ryan menunjukan dari ide usaha modal kecilnya ini Ryan bisa membiayai sendiri kuliahnya, malah kini Ryan mendapat sambutan dari rekan-rekannya. Mereka sering mendatangi Ryan sekedar untuk menjual kertas bekas milik  mereka, kadang mahasiswa justru memanfaatkan penjualan kertas ini sebagai cara mereka  dalam  mencari uang jajan tambahan.

Artikel lain: Usaha sampingan ibu rumah tangga

Saat ini Ryan masih menjalankan usaha pengepulan kertas bekas ini di kontrakannya. Dalam satu minggu Ryan bisa menghasilkan untung bersih 700ribuan. Padahal Ryan mengawali usaha unik ini hanya dengan bermodal 1,5 juta saja untuk modal pembelian kertas di awal dulu.

Anda bisa lihat kan? Sebuah pembelajaran penting bisa Anda petik. Bahwa dari hal sepele dan tampak tidak terpakai sekalipun Anda masih bisa mendapatkan nilai ekonomis di dalamnya. Jadi jangan pernah sepelekan apapun dan jadilah kreatif untuk menemukan ide usaha sampingan modal kecil yang potensial di kawasan Anda.- Tim Siap Bisnis-

Tag:

bisnis sepele, usaha sepele tapi menguntungkan, gudang usaha sampingan, bisnis sepele tapi menguntungkan, usaha sepele, usaha sepele tapi menjanjikan, Usaha sepele yang menguntungkan, usaha sepele tapi untung besar, bisnis sepele hasil gede, bisnis sepele menggiurkan
Jangan Anggap Sepele Ide Usaha Sampingan Modal Kecil Satu Ini | Hari Murti | 4.5

Komentar :